Halo dunia!

Halo! Saya mantan anak alay yang dulu sering curhat di blog ini.

Berhenti menjadi alay membuat saya tidak begitu self centered seperti dulu. Malah nampaknya ada indikasi bahwa saya trauma. Beberapa waktu lalu saya datang ke pameran seni di Jogja. Teman saya menawari ‘Aku fotoin kalo mau foto sama salah satu karya.

Saya kicep.

Rasanya seperti ditawari untuk menodai diri sendiri. Padahal aslinya wajar-wajar saja. Karena karya yang dipajang memang sangat photoable. Toh banyak teman-teman saya yang berfoto. Dan menurut saya mereka tidak alay sama sekali. Tapi kalo saya yang berfoto, entah kenapa rasanya alay. Iya, masa kelam saya dampaknya sebesar itu.

Tapi sebagai warga negara Indonesia, saya punya hak untuk bersuara. Negara ini memberi kita kebebasan untuk berpendapat, seperti dinyatakan dalam UUD 1945 dalam pasal 28E ayat 3: Lanjutkan membaca “Halo dunia!”

Iklan