Siapa yang salah?

 

Sudah begitu sering media di Indonesia memberitakan sesuatu dengan mengabaikan etika jurnalistik, bahkan etika non-junalistik sekalipun. Ambil satu contoh, yaitu ketika salah satu stasiun televisi memberitakan bahwa kecelakaan  yang terjadi pada kapal terbang Air sia QZ8501 adalah kesalahan pilot. Berita tersebut mengudara sebelum kotak hitam ditemukan dan badan yang berwenang mengkonfirmasi secara resmi.

Pada kasus tesebut, media bertindak terburu-buru, megesampingkan validitas kebenaran, dan malah fokus memberikan pancingan tentang apa yang harus dipikirkan oleh masyarakat. Dalam hal ini, stasiun TV itu memberikan sosok untuk ¬†disalahkan. Lanjutkan membaca “Siapa yang salah?”

Iklan